Saat ini aku sedang dirundung rasa gelisah dan membuat depresi, dan penyebabnya adalah hal yang pastinya semua orang tau yaitu cewek. :V
Aku yakin saat duduk dibangku smp pernah berpikir bahwa kehidupan SMA ku akan jauh lebih baik tapi ternyata malah sebaliknya dan malah tambah menyedihkan. Saat pertama merasakan yang namanya cinta itu adalah saat aku duduk dibangku SD, entah kenapa aku tiba tiba merasakan hal itu. Pada awalnya aku juga tidak tau kalau itu namanya cinta hanya saja di benakku hanya ingin menghabiskan waktu bersamanya sepanjang waktu itulah yang kurasakan.
Kedua adalah saat dimana aku bertemu dengan pengganti cinta pertamaku. Hatiku selalu berdebar saat bersamanya dan ingin selalu bersamanya setiap waktu. Namun ketika aku disudutkan dengan dua pilihan aku malah bingung dan membuat sebuah kesalahan dan akibatnya menyakiti orang yang seharusnya tidak perlu merasa sakit. Semenjak itu aku tak pernah merasakan yang namanya cinta entah itu dengannya maupun orang lain seakan akan pintu hatiku sudah tertutup dan takkan terbuka lagi. Aku serasa hidup seorang diri di dunia ini tanpa ada orang lain. Itu sudah merasa cukup bagiku.
Semenjak aku sakit selama seminggu, aku sudah malas bertemu teman teman maupun dengannya. Setiap hari kuhabiskan waktuku tuk membantu pekerjaan di rumah atau yang lainnya tanpa melihat sedikit pun dunia luar. Itu sudah cukup bagiku meski terkadang aku merasa kesepian aku akan membuat diriku terhibur dengan bercanda dengan adikku.
Namun suatu hari dimana seharusnya aku akan selalu tetap berdiri di tempatku, dia membuat sebuah gerakan kecil yang membuatku berfikir dua kali untuk hidup dalam sangkar. Di dalam diriku sedang ada perselisihan dimana aku diberi dua pilihan yakni hidup sendirian selamanya atau bergerak mengejar cinta lagi. Dua pilihan itu masih tersimpan di dalam hatiku karena aku terlalu takut untuk mengambil sebuah langkah yang dimana dapat merubah hidupku . aku tak pernah yakin dengan diriku jika suatu saat aku memilih untuk menggerakkan waktuku untuk mengejarnya jika akhirnya aku tak dapat berjalan beriringan dengannya itu akan menjadi sebuah kegagalan keduaku untuk membuat perubahan besar di hidupku.
Malam ini bintang tidak terlihat bersinar seperti malam sebelumnya. Itu seperti dunia ku dimana semuanya gelap gulita dan hanya satu penghuni di dunia itu yaitu orang yang hidupnya tak pernah mengandung arti kehidupan yang sesungguhnya dan waktunya akan selalu terhenti sepanjang hidupnya.
Orang itu adalah aku . . . . . .
Kamis, 03 Desember 2015
Dunia yang pantas untuk seorang pecundang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar