Selasa, 11 Agustus 2015

Karena kau Aku jadi begini

2 minggu telah berlalu sejak aku memulai sekolahku. pertama kali aku masuk kedalam kelas, aku merasa menjadi murid yang keberadaannya tidak ada. aku merasa gelisah dan bingung karena tak memiliki seseorang yang kukenal saat itu. namun setelah beberapa hari kemudian sekolah sudah membaik saat aku masih bersekolah 1 ½tahun yang lalu. tapi hari demi hari aku merasa menyesal telah putus sekolah. aku tidak bisa lulus bersama teman sebayaku. dan sekarang aku memulai kehidupan sekolahku bersama junior2ku. meski begitu aku harus tetap berjuang dan terus melihat kedepan agar aku bisa meraih apa yang kuimpikan. meski disekolah mulai membaik tapi tidak dikalangan rumahku. aku merasa menjadi anak yang telah membuat orang tuanya kesusahan. aku ingin cepat cepat melewati masa sekolahku dan pergi dari tempat tinggalku itulah yang selalu kupikirkan selama ini. meski begitu apa aku tega melakukannya?. meski rasanya sakit tetap kutahan, meski rasanya pahit aku akan menahannya karena daripada bahagia diatas penderitaan orang lain lebih baik merasakan kebahagiaan orang lain meski harus menderita. hari ini aku merasa kurang karena teman yang selalu ada untukku harus menjauh dariku. jika pilihan yang kujalani salah maka lebih baik aku menghilang dari depan wajahnya. namun tuhan berkata lain ,orang yang memicu kehidupanku seperti ini, orang yang membuatku merasa gelisah, orang yang selalu merepotkanku, dan orang yang membuatku harus merasakan kehidupan yang berbeda saat ini perlahan datang mendekat dan mendekat sampai sampai aku tidak dapat menahannya yang akhirnya ia mendapatkanku. aku hanya berharap semoga hal yang sudah terjadi jangan terulang lagi . . . . . . . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar