Minggu, 09 Agustus 2015

Trauma Di masa lalu yang masih membekas

Hari aku bangun pagi seperti biasa meski hari ini hari minggu. setelah mencuci muka aku membuat susu hangat untuk menghangatkan tubuhku yang kedinginan di pagi hari. sambil menikmati susu hangat aku pun menghabiskan waktuku dengan bermain Game. tak lama kemudian adikku bangun tidur dan langsung mencuci mukanya setelah itu ia kembali tidur sambil menonton Tv , memang kebiasaan yang buruk untuk anak kecil . aku hanya melihatnya dari kursi tempatku duduk tidak jauh dari tempat adikku tidur dan aku kembali bermain Game. setengah jam kemudian ibuku datang dari pasar dengan membawa sekeranjang barang belanjaan yang penuh aku membawakannya. setelah itu aku kembali duduk dan bermain Game lagi . waktu menunjukkan pukul 8:30 ,baterai hpku juga berkurang dan sudah waktunya untuk menge-CAS nya. untuk sementara aku melakukan hal lainnya . karena hujan telah reda aku membilas pakaianku yang telah terkena air hujan. setelah itu aku makan dengan lauk yang menurutku sudah cukup enak. ketika aku melihat keluar di depan pintu ibuku sedang memarahi adikku yang hujan hujanan padahal hujan itu juga ada abu dari gunung raung. aku bingung saat itu jika aku membela adikku dilihat darimanapun adikku memang salah tapi jika aku membela ibuku aku merasa ibuku terlalu keras pada adikku yah karena masih kebingungan aku tak terasa sudah menghabiskan makananku. setelah itu aku disuruh untuk membeli amplas nomer 80 yang panjangnya 1 meter . aku keluar sambil membawa uang dan saat itu aku bertemu tetanggaku dari kejauhan menaiki sepeda motornya menuju ke utara. dia memang cantik tapi aku tidak merasa tertarik padanya. meski aku punya seseorang yang aku sukai tapi itu tidak dapat merubah masa lalu cintaku yang sangat kelam. dan akhirnya aku sampai di toko bangunan. aku masuk kedalam dan mengatakan apa yang kucari lalu pemilik toko masuk kedalam untuk mengambil barangnya. saat aku menunggu pemilik toko kembali tiba tiba ada keributan yang dialami tetanggaku. aku tidak tau pasti apa penyebab karena tiba tiba ada anak kecil yang keluar sambil menangis setelah dipukul neneknya.aku merasa kasihan tapi tubuhku seakan menolak untuk bergerak. benar saja karena masa kecilku pernah diperlakukan seperti anak kecil itu. aku merasa apa tidak ada cara lain selain mendidik dengan kekerasan. sambil membawa amplas yang telah kubeli aku pulang dengan perasaan menyesal ......... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar